BUDDHISME DAN TAOISME
1. Buddhisme
Catatan sejarah menunjukkan bahwa Buddhisme masuk ke
China semasa dinasti Han. Karya-karya sejarah seperti Sanguo Zhi, Weilie (kitab
catatan ringkas dinasti Wei), dan Dongyi Zhuan, menyatakan bahwa peristiwa ini
terjadi sekitar tahun 2 SM bersamaan dengan pemerintahan Kaisar Aidi (1SM-6 M)
dari dinasti Han Barat. Seorang pejabat bernama Jing Lu dikabarkan menerima
duta dari suku Da Yue yang menyerahkan kitab Fu Tu (Fu Tu adalah sebutan untuk
Budha pada zaman dahulu, sekarang disebut Fo Tuo). Kutipan Kitab Weilie :
Sebelumnya pada tahun Yuanshou yang
pertama (2 SM) semasa pemerintahan Kaisar Han Aidi, Jing Lu telah menrima
dariyi Cun, duta negeri Yuezhi, transmisi lisan ajaran-ajaran Buddhisme
(Taniputera,2008:24-206).
Yuezhi adalah suku yang mendiami daerah
Dunhuang, pegunungan Jilian Shan. Kira-kira abad ke-2 SM, suku ini dikalahkan
oleh suku Xiongnu dan terusir ke sebelah barat. Pada abad pertama SM, mereka
kemudian berhasil mendirikan sebuah kerjaan bernama Guixiang. Wilayah suku
Yuezhi itu merupakan tempat berkembangnya Buddhisme. Para biksu pertama yang
datang ke daratan China adalah Gobharana (Ni Mopeng) dan Kasyappa matanga (Zhu
Falan) yang di undang oleh kaisar Han Mingdi (57-75) melalui utusan kerajan
Han, yaitu Qin Jing dan Cai Yin. Kedua utusan yang dikirim kaisar itu berjumpa
dengan mereka di wilayah kediaman suku Yuezhi. Pada tahun 68 m, dan tiba Luo
Yang serta tinggal di vihara Baimasi (Vihara Kuda Putih) serta menerjemahkan
Sutra Empat Puluh Dua bagian. Ini adalah naska Buddhis pertama yang
ditejemahkan ke dalam Bahasa Mandarin.
Catatan riwayat hidup Pangeran Ying
menyatakan bahwa pada tahun 65 M di China telah terdapat komunitas Buddhis.
Ying adalah saudara tiri kaisar Mingdi yang di angkat sebagai bangsawan dengan
pangkat gong pada tahun 39 dan pangeran pada tahun 41. Pada mulanya ia tinggal
di ibukota, tetapi pindah ke Pengcheng pad atahun 52. Pangeran Ying pernah
melakukan kesalahan yang dapat dijatuhi hukuman mati, namun pada tahun 65
Kaisar Mingdi pernah mengeluarkan undang-undang bahwa orang yang telah dijatuhi
hukuman mati dapat membebaskan dirinya sendiri dengan mempersembahkan 30
gulungan kain sutra pada kaisar.
Meskipun demikian, kaisar tidak
menganggap Ying bersalah dan menolak persebahan kain sutra itu. Kaisar malah
menyatakan bahwa Ying telah menjunjung tinggi ajaran Kaisar Kuning (Huangdi).
Ying kemudian bertobat dan mengadakan jamuan makan sayuran bagi para biksu dan
umat yang saleh di negerinya.Catatn ini meperlihatkan bahwa komunitas Buddhis
telah ada di cina sebelum masa pemerintahan Kaisar Mingdi.
Terlepas dari semua itu, terdapat legenda
menarik yang menyatakan bahwa buddhisme telah ada di China sebelum dinasti Han.
Salah satu legenda itu menyatakan bahwa Buddhisme telah masuk ke China pada
tahun 317SM, yakni tatkala seorang sakti datang dengan membawa tongkat serta mangkuk
peminta-minta ke istana Pangeran Zhao dari Yan. Lebih jauh lagi, diriwayatkan
bahwa ia mendirikan stupa setinggi tiga kaki dengan kekuatan gaibnya.
Syakyamuni, pendiri Buddhisme, nama sebenarnya
adalah Gautama Sidharta. Dia juga dikenal sebagai Buddha dalam teks-teks suci
Buddhis. Dia adalah putra raja Ksatria dari Suku Sakya, salah satu suku yang
berdiam di kaki Pengunungan Himalaya.Legenda menyatakan bahwa seorang peramal
memberi tahu raja bahwa Buddha kelak akan menjadi Guru Semesta. Untuk mencegah
Ramalan itu menjdai kenyataan, raja memutuskan anak lelakinya tidak boleh
mengetahui kesedihan dan penderitaan dunia. Dia menjalani kehidupan sebagai
pangeran muda di dalam istana kerajaan yang megah dan indah dengan menghapus
setiap tanda kematian, penyakit, dan penderitaan.
Khotbah pertama ajaran Buddhis disebut
Memutar Roda Hukum, dan ini merupakan inti dari ajaran Buddhis. Khotbah
tersebut mengabungkan:
·
Empat Kebenaran Mulia-dunia penuh dengan
penderitaan, penderitaan disebabkan oleh hasrat manusia, penyangkalan hasrat
adalah jalan menuju keselamatan, dan penyelamatan dimungkinkan melalui Delapan
Ruas Jalan Kemuliaan;
·
Delapan Ruas Jalan Kemuliaan-terdiri dari
delapan prinsip tindakan yang mengarah pada kehidupan sederhana dan seimbang (____,2010:77).
Perkembangan Dinasti Jin di karenakan
ajaran Buddhisme dan daoisme, sehingga pada akhirnya mengakibatkan gerakan
pemikiran dalam dalam daoisme yang disebut dengan Neo-daoisme. Tokoh-tokoh
Buddhis utama pada zaman ini adalah Wang Dao (276-339) dan sepupunya Wang Dun (206-324).
Wang Dao memegang jabatan perdana menteri sekaligus pelindung utama
Buddhisme.Bersama-sama dengan Wang Dun. yang menjabat panglima perang kerajaan,
ia mengendalikan administrasi pemerintahan Dinnasti Jin timur di selatan.
Kerabat mereka yang bernama Zhu Daoqian (286-374)bahakan menjadi biarawan
Buddhis dan menjadi pemuka agama terkemuka pada masa itu. Ketika ia wafat pada
tahun 374, kaisar menyumbangkan banyak uang untuk membiayai upacara
pemakamannya.
Biarawan-biarawan Buddhis terkemuka lainnya yang
berasal dari kaum bangsawan atau
aristokrat adalah Shi Daobao (abad ke-4), zhu fayi (307-380), Kang
Fachang (abad ke-4). Biksu terkemuka lainya adalah Kang Sengyuan yang merupakan
keturunan bangsa Sogdia, tetapi lahir di China.Hui Yuan (344-416) adalah murid
Dao An, yang menjadi cikal-bakal aliran sukhavati yang merupakan bagian dari
Buddhisme Mahayana. Pada tahun 402, ia mengumpulkan 123 orang pengikutnya dan
melakukan ikrar di hadapan patung Budha Amintabha agar terlahir di dalam
Sukhavati. Perkumpulan ini kemudian dikenal sebagai Perkumpulan Teratai Putih.
Perkembangan Buddhisme di China selatan
boleh di katakan mengalami perkembangan pesat dalam tiga masa, sebagaimana yang
dikemukakan oleh Kenneth Che’en:
·
Semasa Era Yuanjia (424-453) y ang
terjadi bersama dengan pemerintahan Dinasti Liu Song yang ditandai oleh
pembangunan 15 vihara yang tercatat secara resmi.
·
Semasa kegiatan penyebaran yang
dilakukan oleh Pangeran Jingling (sekitar 484-495).
·
Semasa pemerintahan Kaisar Liang Wudi
(502-549)
2. Taoisme
A. Sejarah
Taoisme
Taoisme
pada mulanya merupakan suatu filsafat yang diturunkan dari ajaran Lao Tse, yang
hidup pada abad ke-6 SM dan ajaran Chuang Tzu yang hidup pada abad ke-4 SM. Taoisme juga dikenal dengan Daoisme, diprakarsai oleh Laozi sejak akhir Zaman Chunqiu. Taoisme merupakan ajaran Laozi yang
berdasarkan Daode Jing. Pengikut
Laozi yang terkenal adalah Zhuangzi yang merupakan tokoh penulis kitab yang
berjudul Zhuangzi.Taoisme
adalah sebuah aliran filsafat yang berasal dari Cina.
Taoisme
sudah berumur ribuan tahun, dan akar-akar pemikirannya telah ada sebelum masa
Konfusiusme. Hal ini dapat disebut sebagai tahap awal dari Taoisme. Bentuk
Taoisme yang lebih sistematis dan berupa aliran filsafat muncul kira-kira 3
abad SM. Selain aliran filsafat, Taoisme juga muncul dalam bentuk agama rakyat,
yang mulai berkembang 2 abad setelah perkembangan filsafat Taoisme.Taoisme
menekankan keselarasan antara manusia dengan alam dan menjunjung perilaku
pasif. Setelah berabad-abad, filsafat ini akhirnya menjadi suatu agama, dan di
bawah pengaruh Buddhisme, memiliki dewa, kuil, dan pendeta sendiri.
Taoisme
memisahkan alam manusia dengan ruh. Meskipun pembebasan ruh (atau jiwa)
merupakan tujuan puncaknya, penganut Taoisme terlibat dalam penyelikan dunia
fisik. Keterlibatan inilah yang mendorong para Taois ke dalam ilmu kimia semu
untuk mencari zat pembebas yang akan membawanya kepada hidup abadi
(Zaenurrofik,2008:53-54). Setelah berakhirnya Zaman Chunqiu, Disaat Zaman Berperangan yang menjadikan Cina terbagi-bagi menjadi beberapa
kerajaan yang berbeda-beda, sehingga Shihuangdi menyatukan semua kerajaan
tersebut dan membentuk Dinasti Qin. Sebelum Dinasti Qin, Taoisme
merupakan filsafat Laozi dan Zhuangzi, tapi bukan sebuah agama. Taoisme yang mementingkan kesehatan, pernah
mendiskusikan “hidup abadi” dalam konteks ajarannya, Taoisme dijadikan dasar
perkembangan kepercayaan manusia untuk menjadi dewa dalam mencapai keabadian.
Pada zaman
dulu, tidak adanya perbedaan antara agama Dao (道教) dengan
Daojia(道家). Saat ini, agama Dao(道教) tidak
dibedakan dengan Daojia(道家), kedua-duanya berarti Taoisme.Pada
era sekarang ini, agama Dao merupakan ajaran-ajaran Laozi-Zhuangzi yang
berkembang menjadi agama yang memiliki banyak penganut. Agama Dao memiliki
doktrin mistis yang berisikan kepercayaan untuk menjadi dewa, agama ini lebih
bersifat kemanusiaan, dan berpotensi memenuhi keperluan rohaniah manusia. Dalam
agama Dao, Laozi didewakan sebagai Taishanglaojun (太上老君);
kitab-kitab Daode Jing dan Zhuangzi menjadi kitab
suci dalam agama Dao.
Daojia
adalah pusat pengkajian filsafat tentang Daode Jing dan Zhuangzi, ajaran ini
mengandung unsur mistisme yang tidak mendewakan apa-apa. Daojia digolongkan
kepada tiga generasi yaitu “Daojia sebelum Qin” (先秦老庄道家),”Qin-han
Daojia” (秦汉黄老道家), dan
”Wei-jin Daojia” (魏晋玄学道家). Setelah generasi Wei-jin, Daojia
tidak lagi berupa agama tersendiri, tetapi digabungkan dalam ajaran agama Dao.
Saat ini, ajaran tersebut dikenal sebagai Taoisme.
B.
Tokoh Taoisme
Tokoh sentral dari Taoisme adalah Lao Tzu. Mengenai
biografinya, terdapat sebuah pertanyaan mengenai kebenaran historis Lao Tzu.
Ada berbagai pihak yang memperdebatkan mengenai hal ini. Ada pihak yang
menyatakan Lao Tzu hanya tokoh rekaan, karena cerita-cerita mengenai dirinya
banyak yang tidak masuk akal. Di pihak lain, ada yang menerima semua cerita dan
tradisi mengenai Lao Tzu. Akan tetapi, ada juga pihak yang tidak terlalu
memperdebatkan mengenai Lao Tzu. Mereka menerima tokoh Lao Tzu benar-benar ada,
namun hal itu tidak terlalu penting untuk dibicarakan. Mereka lebih suka
membahas kitabnya dan isi pengajaran Taoisme.
Sumber mengenai kehidupan Lao Tzu dapat dilihat dalam
Shih Chi yang merupakan catatan sejarah dari Suma Chien. Meskipun Suma Chien
mengetahui ada konflik historis di dalan cerita tersebut, namun ia tetap
menulis apa adanya, karena ia tidak mengetahui mana yang benar atau tidak. Menurut
tradisi Lao Tzu lahir kira-kira tahun 640 SM di negara Ch’u (provinsi Honan).
Nama Lao Tzu dapat diterjemahkan sebagai “Putra Tua”, “Sahabat Tua”, ataupun
“Sang Guru Tua”. Sebutan ini merupakan suatu gelar kecintaan dan penghormatan.
Menurut legenda, ia dilahirkan tanpa dosa sama sekali oleh sebuah meteor; dan
dikandung oleh ibunya selama delapan puluh dua tahun. Pekerjaannya adalah
pemelihara arsip, dan bahwa dengan pekerjaannya itu ia hidup secara sederhana
dan tidak banyak tuntutan. Kepribadiannya, hampir seluruhnya didasarkan pada
sebuah buku kecil yang dianggap ditulis oleh beliau sendiri.
Sedih karena kecenderungan orang mengambil manfaat
dari kebaikan yang diajarkannya, serta berusaha mencari kedamaian pribadi yang
lebih besar pada usianya yang semakin lanjut, akhirnya Lao Tzu menunggang
seekor kerbau dan pergi ke arah Barat, yaitu yang sekarang disebut Tibet
(Lembah Hankao). Sebelum pergi, ada seorang penjaga gerbang yang berusaha
menahannya agar tidak pergi. Karena usahanya gagal, ia meminta Lao Tzu untuk
meninggalkan suatu catatan mengenai pandangan Lao Tzu. Kemudian Lao Tzu tinggal
selama tiga hari, dan setelah itu ia kembali dengan sebuah buku kecil yang
berisi ± 5000 huruf Cina berjudul Dao De Ching.
Lao Tzu juga dikatakan hidup satu zaman dengan
Konfusius. Akan tetapi dengan menyelidiki kitab Daode Ching, dapat disimpulkan
bahwa hal tersebut tidak mungkin, karena ada beberapa gagasan yang tidak
mungkin dikenal umum pada masa Konfusius. Kebanyakan ahli masa kini menyatakan
Lao Tzu hidup ± 2 abad setelah Konfusius.
C.
Ajaran Taoisme
Inti pengajaran Taoisme adalah "Dao"
(道) yang berarti tidak berbentuk, tidak terlihat, tapi
merupakan proses kejadian dari semua benda hidup dan segala benda-benda yang
ada di alam semesta. Dao yang berwujud dalam bentuk benda hidup dan
kebendaan lainnya adalah De (德). Gabungan
Dao dengan De dikenal sebagai Taoisme yang merupakan landasan kealamian.
Taoisme bersifat tenang, tidak berbalah, bersifat lembut seperti air, dan
bersifat abadi. Keabadian manusia terwujud disaat seseorang mencapai kesadaran Dao,
dan orang tersebut akan menjadi dewa. Penganut-penganut Taoisme mempraktekkan
Dao untuk mencapai kesadaran Dao, dan menjadi seorang dewa.
“道生一,一生二,二生三,三生万物。万物负阴而抱阳,冲气以为和"
Berarti: Dao
melahirkan sesuatu, yang dilahirkan itu melahirkan Yin dan Yang, Yinyang
saling melengkapi untuk menghasilkan tenaga atau kekuatan. Kekuatan tersebut
bersumber dari jutaan benda di dunia. Setiap benda di alam semesta yang berupa
benda hidup ataupun benda mati mengandung Yinyang yang saling melengkapi
untuk mencapai keseimbangan.
Secara terminologi, Yin dan Yang
diterjemahkan sebagai negatif dan positif. Setiap benda bersifat
dualisme yang terdiri dari unsur positif dan unsur negatif. Benda yang tidak
memiliki unsur negatif dan positif, itu bermakna kosong dan hampa. Seperti halnya
magnet, magnet mempunyai unsur positif dan negatif, kedua-duanya bersifat
saling melengkapi. Magnet tanpa unsur positif, maka tidak terwujudnya unsur
negatif. Itu bermakna bahwa magnet tidak akan terwujud jika tidak memiliki
kedua unsur tersebut.
Kemudian Taoisme memiliki penekanan kuat terhadap
keselarasan manusia dengan Dao dan alam semesta. Dao dipandang mengatasi segala
hal, baik manusia maupun alam, dan sekaligus juga tersebar di dalam alam ini.
Dalam Taoisme dikatakan bahwa manusia harus hidup menurut tata cara alam (Dao),
memahami hakikatnya, dan hidup selaras dengannya. Dao sebenarnya tidak dapat
diberi nama, dan ia juga tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Dao yang
sesungguhnya hanya dapat dipahami dengan melalui kesadaran rohani manusia. Akan
tetapi, untuk dapat memudahkan orang mengerti akan Dao ini, maka Dao harus
dijelaskan dengan kata-kata. Dao secara harafiah dapat dikatakan sebagai
"jalan setapak" atau "jalan". Untuk dapat lebih memahami
"jalan" ini, maka ada tiga makna yang dapat dipelajari:
1. Tao
adalah Jalan dari Kenyataan Terakhir Dao tidak dapat ditangkap karena melampaui
jangkauan panca indera. Dao melampaui segala pikiran dan khayalan. Oleh sebab
itu, kata-kata tidak akan dapat menjelaskan Dao yang sesungguhnya. Dao adalah
yang maha besar dan merupakan azas totalitas segala benda dan kehidupan. Dao
adalah substansi yang mewujudkan segala benda, termasuk makhluk hidup, juga
merupakan sumber asal dari setiap awal dan setiap akhir. Makna Dao yang pertama
dan terdasar ini dapat diketahui, hanya melalui kesadaran mistik yang tidak
dapat dijelaskan dengan kata-kata.
2. Tao
adalah Jalan Alam Semesta Dao memiliki sifat transenden tetapi juga imanen. Dao
menjadi penggerak dari alam semesta ini, yaitu sebagai kaidah, irama, dan
kekuatan pendorong seluruh alam, dan juga sebagai asas penata yang berada di
belakang semua yang ada. Dao adalah roh yang mendiami seluruh alam, sehingga ia
menjadi “benda” dan bersifat imanen.
3. Tao
adalah Jalan Manusia Menata Hidupnya Dao juga memberikan petunjuk kepada
manusia mengenai kehidupan yang seharusnya dijalani oleh manusia supaya selaras
dengan cara bekerja alam semesta ini.[5] Hal ini
berkaitan dengan ajaran-ajaran dan etika Taoisme lainnya.
Lambang Yin Yang
Lambang Yin Yang yang paling
populer adalah lambang Xiantian Taiji (先天太極圖) atau Yinying Yu (阴阳魚) diperkenalkan oleh Lai Zhide (來知德; tahun 1525~1604). Sejarah
pengkajian dan perkembangan lambang Yinyang dimulai pada masa Dinasti Song hingga abad
ke-15. Lambang Taoisme yang lainnya adalah Chentuan (陳摶) dan Chou Dunyi (周敦頤), popularitas kedua lambang ini
kedudukannya setelah popularitas lambang Xiantian Taiji . Lambang asli dari
Taoisme adalah lambang Wuji(無極圖) oleh Chentuan pada awal Dinasti Song, kemudiannya
dimajukan oleh Chou Dunyi yang memperkenalkan lambang Taiji (太極圖).
D.
Pandangan tentang Wu Wei
Wu-wei dapat secara harafiah diterjemahkan dengan
‘tidak mempunyai kegiatan’ atau ‘tidak berbuat’. Istilah ini sesungguhnya tidak
berarti sama sekali tidak ada kegiatan, atau sama sekali tidak berbuat apapun,
melainkan berarti berbuat tanpa dibuat-buat dan tidak semau-maunya. Karena
wu-wei adalah sifat dasar kehidupan yang selaras dengan alam semesta. Bersikap
dibuat-buat dan semau-maunya berlawanan dengan sikap kodrati atau sikap yang
wajar. Menurut teori Wu-wei, seseorang hendaknya membatasi kegiatan-kegiatannya
pada apa yang diperlukan dan apa yang kodrati atau wajar. Seperti dalam
mencapai tujuan tertentu, jangan sampai berbuat berlebihan atau melakukan upaya
semau-maunya. Dalam melakukan perbuatan ini, hendaknya orang mengambil
kesederhanaan sebagai prinsip hidup yang membimbingnya, sebab umat manusia
mempunyai terlampau banyak keinginan dan terlalu banyak pengetahuan. Mereka
mencari kebahagiaan dengan cara memenuhi keinginan mereka. Akan tetapi, ketika
mereka berusaha memenuhi terlampau banyak keinginan, mereka memperoleh hasil
yang sebaliknya.
Wu-wei adalah hidup yang dijalani tanpa ketegangan. Wu-wei
merupakan perwujudan yang murni dari kelemah-lembutan, kesederhanaan, dan
kebebasan; suatu kemampuan yang efektif, yang murni di mana tidak ada gerak
yang dihambur-hambur sekedar untuk dipamerkan ke luar. Jika Wu-wei dilihat dari
luar, terlihatlah ia tanpa daya, karena tidak pernah memaksa dan tidak pernah
terlihat tegang. Rahasianya terletak pada cara mencari ruang kosong dalam hidup
dan alam, dan bergerak melaluinya Chuang Tzu menjelaskan hal ini dengan
ceritanya tentang seorang pejagal yang pisaunya tidak pernah tumpul selama dua
puluh tahun. Sewaktu didesak untuk menjelaskan rahasianya, pejagal itu
menjawab, “Dari antara tulang-tulang pada setiap persendian selalu ada suatu
ruang. Jika tidak demikian, tentu tidak akan ada gerakan. Dengan mencari ruang
ini dan meingisinya di situ, maka pisau saya dapat melalui tulang-tulang itu
tanpa menyentuhnya.”
Gejala alam yang paling mirip dengan Tao dalam
pandangan para penganut Taoisme adalah air. Mereka kagum dengan cara air yang
dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dan mencari tempat-tempat
yang terletak paling rendah. Air juga mempunyai kekuatan yang mampu meluluhkan
batu karang dan menghanyutkan bukit-bukit. Sifat luwes tak berhingga namun
kokoh tanpa bandingan. Itulah kebajikan air dan demikian juga kebajikan dari
Wu-wei. Ciri yang terakhir adalah kejernihannya di saat ia tenang. Namun,
kejernihan hanya dapat tertangkap oleh mata batin jika kehidupan manusia itu
mencapai ketenangan yang diam dari suatu telaga yang dalam dan hening.
E.
Pandangan tentang Manusia
Menurut pandangan Taoisme, hidup manusia sudah
digariskan oleh ‘langit’. Manusia sudah memiliki jalannya masing-masing. Yang
harus dilakukan manusia hanya meneliti jalan itu dan mengikuti jejak itu tanpa
coba memaksakan pandangannya yang sempit, serta tanpa kehendak ingin
menyelewangkan diri dari yang alamiah demi keuntungan pribadi. Sikap semacam
itulah yang disebut dengan Wu Wei, yang artinya tidak mencampuri. Wu-wei dapat
juga diartikan ‘tidak berkeinginan’. Manusia dalam pandangan Taoisme, harus
menghilangkan keinginannya, dan mengikuti jalannya proses alam tanpa mencampuri
proses itu.
Menurut Taoisme, apabila manusia menjadi sombong dan
melakukan hal di luar kemampuannya, maka suatu saat dia akan mendapat celaan
yang dapat membuatnya berduka atau menderita. Karena itu, seorang bijaksana
yang mengenal Dao dan hukum alam akan memilih mengundurkan diri dan menolak
segala penghargaan yang diberikan padanya. Ia memilih untuk tidak menonjolkan
dirinya. Meskipun demikian, Taoisme tidak mengajarkan bahwa seseorang harus
menyingkirkan seluruh harta benda yang dimiliki untuk mencapai ketentraman
batin. Hal yang perlu dibuang adalah rasa kemelekatan terhadap harta tersebut.
Apabila harta dibuang namun masih ada kemelekatan terhadapa harta tersebut,
maka sia-sia saja. Karena itu buanglah kemelekatan terhadap harta dari diri
manusia, dan harta benda harus digunakan untuk kepentingan sosial. Dengan
demikian manusia tidak akan merasakan penderitaan akibat kehilangan harta.
Seperti tertulis dalam Daode Ching Bab 2 ayat 11b: “…Oleh karena tidak
mempunyai apa-apa, maka dia tidak pernah kehilangan apa-apa.”
Manusia yang mengikuti Dao tidak mencampuri hidup
orang lain, dalam arti ia tidak memaksakan orang lain membutuhkan, ia menolong
mereka menjadi bebas dengan mengikuti Dao. Manusia yang baik adalah yang mampu
mengikuti jalannya alam semesta sesuai dengan Dao. Jika manusia telah berhasil
mengikuti jalan Dao, maka ia tidak perlu takut akan kematian. Kematian adalah
sebuah proses alam dan manusia tidak dapat melawan alam, oleh karena itu
manusia tidak perlu taku atau cemas terhadap kematian. Kematian hanya
mengembalikan manusia kepada Dao.
F.
Etika Taoisme
Dalam menjalani kehidupan yang ada, manusia mengarah
pada kehidupan yang alamiah tanpa adanya proses ikut campur. Kehidupan yang
alami inilah yang menjadi suatu kebajikan dasar yang memicu munculnya tiga buah
kebajikan lain yang menuntun manusia dalam kehidupannya, yaitu lemah lembut,
rendah hati, dan menyangkal diri. Kelemah-lembutan merupakan teman dari kehidupan,
sebaliknya, kekerasan dan kekakuan adalah teman dari kematian. Rendah hati
adalah sikap mampu membatasi diri dengan berbuat seperlunya saja.
Di dalam kitab
Daode Ching dikatakan, “Tidak ada kutuk yang lebih besar daripada merasa kurang
puas. Tidak ada dosa yang lebih besar daripada selalu ingin memiliki.” Kemudian
menyangkal diri adalah sikap menganggap diri dan hidup manusia hanyalah sebagai
pinjaman dari alam semesta kepada manusia. Oleh karena itu, manusia yang
bijaksana dan menginginkan hidup tenang dan tenteram akan mempercayakan seluruh
hidupnya kepada Dao atau alam semesta.
G.
Perkembangan ajaran yang berdasarkan paham Taoisme
Bidang-bidang
yang berkembang berdasarkan paham Taoisme, antara lain: Taiji, Qigong, bidang
kesehatan, Kimia, musik, dsb. Salah satu perkumpulan Taoisme di Cina memiliki
kumpulan kitab-kitab hasil kajian Taoisme. Kitab-kitab tersebut berisikan
rangkuman tentang ajaran asli Taoisme, peraturan Taoisme, Qigong, kajian-kajian
tentang kesehatan, Kimia, musik dsb.
H.
Aliran-aliran Taoisme
Sebuah kuil
Taoisme yang berarsitektur Cina di Cho Lon, Ho Chi Minh, Vietnam.
Perkembangan Taoisme selama 2000 tahun ini, telah berkembang menjadi beberapa
aliran Taoisme. Aliran-aliran tersebut adalah:
·
Wudoumi Dao
(正一盟威道 atau 五斗米道)
o
Qingshui
Dao(清水道)
o
Tianxing Pai
(天心派)
·
Fulu Pai (符箓派)
o
Qingwei Pai
(清微派)
·
Lijia Dao (李家道)
·
Shangqing
Pai (上清派)
·
Zhongxuanxie
Pai (重玄学派)
·
Jingming Dao
(净明道)
·
Taiyi Jiao (太一教 atau太乙道)
·
Xuan Jiao (玄教)
·
Wudang Pai (武当派)
·
Zhong Pai (中派)
·
Xi Pai (西派)
·
Danding Pai
(丹鼎派 atau 金 丹 道 教, Jindan Daojiao)
·
Yujun Dao (于君道)
·
Bojia Dao (帛家道)
·
Lingbao Pai
(灵宝派)
o
Donghua Pai
(东华派)
·
Louguan Dao
(楼观道)
·
Lushan Pai (闾山派)
·
Shengxiao
Pai (神霄派)
·
Dadao Jiao (大道教 atau 真大道教)
o
Yuxian Pai (遇仙派)
·
Quanzheng
Dao (全真道)
o
Nanwu Pai (南无派)
o
Longmen Pai
(龙门派)
·
Pidong Zhong
(碧洞宗)
·
Dong Pai (东派)
DAPTAR
PUSTAKA
·
______.2010.Penyebar Islam dari China ke Nusantara.Jakarta:Kompas.
·
Taniputera,ivan. 2008.History of China.Jogjakarta:AR-RUZZ
MEDIA.
·
Zaenurrofik,A.2008.China Naga Raksasa Asia.Jogjakarta:GARASI.
Komentar
Posting Komentar